SEJARAH DESA TASIKHARGO

Salah satu dari 15 desa dan 2 kelurahan yang ada di wilayah  Kecamatan Jatisrono paling ujung barat yang berbatasan dengan Kecamatan Sidoharjo dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Jatiroto, wilayah tersebut bernama  desa, dan desa tersebut adalah Desa Tasikhargo,Tasikhargo yang terdiri dari dua suku kata, suku kata yang pertama Tasik yang berarti segoro atau lautan, suku kata yang kedua Hargo yang berarti gunung,  menurut sebuah sumber yang mengetahui perjalanan  cikal bakal atau orang-orang terdahulu memberi nama tersebut karena letak dan kondisi geografis desa, nama tersebut bermakna sekaligus harapan dari  sebuah  desa yang bila dipandang dari jarak jauh akan seperti lembah diantara laut dan pegunungan yang asri dan menyejukkan dan dari jarak dekat penuh dengan sumber daya alam yang melimpah dengan harapan desa yang gemah ripah lohjinawi aman damai sebagai bagian wilayah nusantara.

Sebelum terkenal dengan sebutan nama Tasikhargo asal mulanya adalah Kutolawas atau kota tua atau kota lama. Sebagai bukti bahwa Kutolawas adalah kota tua di dusun Kutolawas tersebut ada peninggalan dan situs sejarah seperti kuburan Cina yang berumur ratusan tahun, pemakaman ini ditemukan saat lahan tidur tersebut digunakan untuk pembangunan lapangan olah raga, dalam proses penggalianya ditemukan kuburan orang-orang cina jaman dulu serta benda-benda berharga yang disertakan dalam pemakaman, selain situs sejarah pemakaman kuburan cina  di dusun Kutolawas tersebut juga banyak ditemui nama tempat yang konon sama dengan nama di wilayah Surakarta, ada nama Coyudan, ada nama Karanganyar, nama Karanganyar ini sebuah nama didusun Banaran  yang terletak di sebelah utara yang berbatasan dengan dusun Pojok, ada nama Jurugede yang sekarang  menjadi nama  Jurutengah yang terletak disebelah utara dusun Kutolawas, ada juga nama Migitan konon menurut riwayat lokasi tersebut akan dijadikan sebuah mesjid Agung, dalam proses pembangunan mesjid yang sekarang berdiri ditemukan situs sejarah berupa  batu besar yang ditata rapi menyerupai  benteng, ada pula  sebuah tempat bernama Ringin, menurut riwayat tempat tersebut akan dijadikan Alun-alun, serta Bebekan sebagai penghubung menuju Batu Pengajaran yang terletak sebelah barat Desa Tasikhargo, konon menurut cerita tempat tersebut dijadikan tempat menyusun strategi/gladen perang, nama-nama tersebut dan tempat tersebut masih ada sampai sekarang untuk mempermudah pengenalan lokasi di Desa Tasikhargo, demikian sejarah singkat tentang asal usul Desa Tasikhargo yang melegenda sampai sekarang.

Tasikhargo sebelum menjadi Desa pemerintahan dulu dipimpin oleh seorang Ronggo yang terkenal dengan nama Ronggo Widakdo kemudian menjadi sebuah kademangan yang dipimpin oleh Demang Taru Wiyoso, dengan adanya perubahan sistem pemerintahan maka sekarang menjadi Desa yaitu Desa Tasikhargo.

Kepala Desa pertama yang mengendalikan pemerintahan Tasikhargo adalah Marto Sumarso beliau memimpin cukup lama dan beliau pulalah yang mengubah nama Kutolawas menjadi Tasikhargo pada tahun 1960 kemudian dalam condro sengkala “Luhur Roso Manjing Jagad”, setelah beliau wafat kemudian Tasikhargo dikendalikan oleh Soekasto Penjabat Sementara Kepala desa dari Sekretaris Desa Tasikhargo kemudian  terpilihlah Suharno melalui pemilihan langsung dan beliau ini tidak lama mengendalikan kepemimpinannya karena sesuatu hal sehingga melalui pemilihan langsung terpilihlah Untung Santoso yang masih keturunan dari Kepala Desa pertama yaitu Trah Marto Sumarso. Sebelum habis masa waktu menjabat karena sesuatu hal pula maka Untung Santoso ini  digantikan oleh Sunardi  sebagai Penjabat Kepala Desa Tasikhargo dari Kecamatan Jatisrono, kemudian melalui pemilihan secara langsung terpilihlah Suyitno yang menjabat selama 8 tahun, dengan sistem pemerintahan dan percobaan peraturan masa kerja kepala Desa selama 10 tahun, beliau ini terpilih kembali untuk mengendalikan pemerintahan Desa Tasikhargo, setelah masa jabatan berakir sebelum pemilihan secara langsung digantikan oleh Widodo sebagai Penjabat Kepala Desa Tasikhargo dari Kecamatan Jatisrono, Selanjutnya  melalui pemilihan secara langsung terpilihlah Trianto trah dari Suyitno, dengan sistim peraturan masa kerja 6 tahun, setelah masa jabatan berakhir kemudian digantikan oleh Bambang Utaryo sebagai Penjabat Kepala Desa Tasikhargo dari Kecamatan Jatisrono, kemudian melalui pemilihan langsung terpilihlah Suyoto dan menjabat  sampai sekarang.


Comments